Resensi Novel : Perempuan Berkalung Sorban


Ini adalah sebuah kisah Berdasarkan Novel karya Abidah El Khalieqy, Kisah pengorbanan seorang perempuan Seorang anak kyai Salafiah sekaligus seorang ibu dan isteri. Annisa (23th), seorang perempuan dengan pendirian kuat. Cantik dan cerdas. Annisa hidup dalam lingkungan keluarga kyai di pesantren Salafiah putri Al Huda Jombang, Jawa Timur.
Pesantren Salafiah putri Al Huda adalah pesantren kolot dan kaku. Baginya ilmu sejati dan benar hanyalah Quran, Hadist dan Sunnah. Ilmu lain yang diperoleh dari buku-buku apalagi buku modern dianggap menyimpang. Karena itu para santri, termasuk Annisa, dilarang membaca buku-buku tersebut.


Dalam pesantren Salafiah putri Al Huda diajarkan bagaimana menjadi seorang perempuan muslim. Seorang muslimah yang baik menurut Islam adalah, tidak diperbolehkan membantah suami; Haram meminta cerai suami; selalu ikhlas menerima kekurangan dan kelebihan suami, termasuk jika suami berkehendak melakukan poligami; Tidak boleh berkata lebih keras dari suaminya, sekalipun dalam menyatakan ketidaksetujuan; Tidak boleh mengulur-ulur waktu bahkan menolak ketika suami mengajak berjimak; Ikhlas menerima pembagian waris sekalipun hanya ¼ bagian. (lebih kecil daripada bagian laki-laki).
Pelajaran itu membuat Annisa beranggapan bahwa Islam sangat membela laki-laki. Islam meletakkan perempuan sangat lemah dan tidak seimbang. Sejak kecil Annisa selalu mendapatkan perlakuan tidak adil dari Kyai. Dua orang kakaknya boleh belajar berkuda, sementara Annisa tidak boleh hanya karena dirinya perempuan.

‘Bagaimana dengan Hindun Binti Athaba?’ Tanya Annisa kepada ayahnya. ‘Beliau perempuan, seorang panglima. Lalu Fatima Azahra, putri Rosul, malah memimpin perang.’ Tapi protes Annisa selalu dianggap rengekan anak kecil. Annisa juga sering memprotes, ketika Ustadz Ali mengajarkan kitab Ahlkaqul Nisaa, Bulughul Maram dan Bidayatul Mujtahid, yang membahas hak dan kewajiban perempuan dihadapan suami yang dirasa tidak adil bagi Annisa. ‘Apa hukuman buat suami yang minta cerai,. Padahal sang isteri kekeuh mempertahankan rumah tangga?’ Tanya Annisa kepada Ustadz Ali. ‘Lalu bagaimana jika suami yang mengulur-ulur waktu atau menolak ketika sang isteri mengajak berjimak? Apa hukuman buat suami?’


Lagi-lagi protes Annisa hanya dianggap sambil lalu. Annisa selalu merasa dirinya berada dalam situasi yang salah. Hanya Khudori, paman dari pihak Ibu, yang selalu menemani Annisa. Menghiburnya sekaligus menyajikan ‘dunia’ yang lain bagi Annisa. Khudori selalu menjadi tambatan, curahan perasaan Annisa ketika dirinya diperlakukan tidak adil oleh keluarganya. Diam-diam Annisa menaruh hati kepada Khudori. Tapi cinta itu tidak terbalas karena Khudori menyadari dirinya masih ada hubungan dekat dengan keluarga Kyai Hanan, sekalipun bukan sedarah. Khudori juga menyadari selisih umur yang terpaut jauh dengan Annisa. Hal itu membuat Khudori selalu membunuh cintanya demi menjaga stabilitas pesantren. Sampai akhirnya Khudori melanjutkan sekolah ke Kairo.

Khudori selalu menekankan ke Annisa untuk belajar. Kalau perlu sampai ke luar negeri. Khudori yang membawa apemikiran Annisa kearah keterbukaan wawasan, hingga secara diam-diam Annisa mencoba mendaftarkan kuliah ke jogja dan keterima. Tapi kenyataan berkata lain. Kyai Hanan tidak mengijinkan Annisa melanjutkan kuliah ke Jogja, dengan alasan bisa menimbulkan fitnah, ketika seorang perempuan belum menikah berada sendirian jauh orang tua. Annisa merengek dan protes dengan alasan ayahnya.

Akhirnya Annisa malah dinikahkan dengan Samsudin, seorang anak Kyai dari pesantren Salaf terbesar di Jombang. Pernikahan itu dimaksudnya juga sebagai pernikahan dua pesantren Salafiah yang mana nantinya akan menjadi pesantren besar di kota Jombang seperti Tebu Ireng. Sekalipun hati Annisa berontak, tapi pernikahan itu dilangsungkan juga demi kelangsungan keluarga dan pesantren Al Huda.
Dalam mengarungi rumah tangga bersama Samsudin. Annisa selalu menadapatkan perlakuan kasar dari samsudin. Samsudin adalah tipe seorang laki-laki pengidap kelainan psikologis. Seorang lelaki possesif, kasar. Tapi ketika Annisa berniat meninggalkannya, Samsudin akan berubah menjadi lelaki rapuh yang merengek-rengek sambil bersujud meminta ampun kepada Annisa. Biduk keluarga Annisa berlangsung bagai neraka. Tubuh Annisa yang semula segar bercahaya, menjadi suram. Apalagi dalam 2 tahun pernikahan, Annisa tidak dikaruniai anak. Keluarga Samsudin semakin memandang buruk Annisa dan samsudin. Sampai kemudian Annisa harus menhadapi kenyataan Samsudin menikah lagi dengan seorang janda bernama Kalsum. Seorang perempuan lebih tua, cantik dan bisa mempunyai anak. Harapan untuk menjadi perempuan muslimah yang mandiri bagi Annisa seketika runtuh. Annisa berada dalam pusaran gelombang panas yang tidak memiliki harapan untuk keluar.

Dalam keputusasaaan itu, Khudori pulang dari Kairo. Annisa seperti mendapatkan harapan. Tapi Khudori bukan seorang anak Kyai seperti Samsudin. Apalah arti seorang Khudori bagi keselamatan Annisa. Tapi Annisa tidak peduli. Dia tumpahkan keluh kesah ke Khudori. Annisa meminta Khudori membawanya pergi. Annisa rela dianggap anak durhaka asal dirinya bisa keluar dari kemelut keluarganya. Tapi Khudori bukan lelaki gegabah. Khudori mencoba meredam ‘bara’ Annisa. Dalam kegusarannya itu, Khudori memeluk Annisa. Sebuah pelukan hangat seorang paman kepada keponakannya yang sedang resah. Tapi tiba-tiba, Samsudin datang dan memergoki kedunya. Samsudin berteriak ‘Zinah! Rajam! Rajam!’ yang kemudian membawa Annisa dan Khudori kedalam kemelut fitnah. Annisa tidak bisa berbuat apa-apa karena orang-orang sudah terlanjur terbakar emosi fitnah. Kejadian itu membuat Kyai Hanan malu dan sakit hingga kemudian meninggal. Khudori diusir dari kelangan keluarga pesantren Al Huda, sementara Annisa pergi ke jogja untuk melanjutkan niatannya sekolah. Pesantren Al Huda diserahkan kepada Reza, kakak Annisa untuk dikelola. Akibat peristiwa itu, hubungan keluarga Samsudin dan Annisa menjadi buruk. Tapi Reza mencoba memperbaiki hubungan silaturahmi dengan keluarga Samsudin demi kepentingan pesantren. Hal itu membuat hubungan Reza dan Annisa renggang. Dimata Reza, Annisa seorang perusak stabilitas keluarga. Perilaku Annisa buka cerminan anak kyai yang baik. Sementara itu Annisa berkembang sebagai muslimah dengan wawasan dan pergaulan yang luas. Lewat studinya sebagai penulis, Annisa banyak menyerap ilmu tentang filsafat modern dan pandangan orang barat terhadap Islam. Banyak buku sudah dihasilkan dari Annisa yang memotret hak perempuan dalam Islam.


Dalam kiprahnya itu, Annisa dipertemukan lagi dengan Khudori. Keduanya masih sama-sama mencintai. Namun Annisa masih dalam trauma pernikahan. Tapi Khudori adalah lelaki dewasa yang bisa mengerti kondisi Annisa. Akhirnya keduanya menikah meski sebetulnya pernikahan itu membuat hubungan Annisa dan keluarganya semakin jauh. Oleh Khudori Annisa disarankan untuk pulang. Annisa tidak mau karena dirinya sudah merasa diusir dari rumah itu. ‘Sebenarnya tidak ada yang mengusir kamu. Kamu yang selalu merasa terusir oleh kami.’ Begitu Ibunya selalu bilang kepada Annisa. Bagi Annisa Ibu adalah figure yang lemah. Tidak berdaya dihadapan ayahnya. Ibu bukan seorang yang bisa dijadikan teladan bagi Annisa. Tapi kemudian Annisa sadar bahwa untuk menciptakan lingkungan nyaman, seseorangan harus mengubah dirinya menjadi nyaman. Dan itu yang dilakukan oleh Ibu, yang biasa dipanggil Nyai. Rasa diam ibu, yang dianggap Annisa sikap lemah dan tak berdaya, sebenarnya adalah sikap toleran dan pengertian demi lingkungan stabil yang dia perjuangkan.


Akhirnya Annisa pulang dan sujud dihadapan ibunya. Kata maaf dari Annisa bukan ditujukan untuk suatu kesalahan. Tapi sebuah sujud rasa bakti kepada orang tua. Dalam kata maaf itu, Annisa berjanji untuk terus berjuang menjadi yang terbaik. Menjadi muslimah sebagaimana yang Ayah dan Ibunya inginkan ….
Sumber : Sinapsis Film dengan Judul Yang Sama Oleh Hanung Bramantyo dan Ginatri S Noer

Resensi Buku : Google is My Salesman, Mengubah Mesin Pencari Menjadi Mesin Penjual Paling Produktif

Penulis : Bob Julius Onggo
Penerbit : Sygma Tahun 2008
Jumlah halaman : 198
Buku Digital : Rp 19,500.00
Buku Cetak : Rp 33,150.00

Adakah salesman yang tidak digaji?, Berapa gaji salesman atau top producer di perusahaan Anda? Berapa komisi mereka sebulan, setahun?, Tetapi coba bayangkan Anda memiliki salesman top, wiraniaga penjualan yg berproduktif tanpa Anda harus gaji!
, Ah masa, Hare gene, ada salesman yang tidak digaji!!!

Google dan/atau Yahoo serta top situs pencari lainnya dapat menjadi salesman Anda dan TANPA harus digaji, namun itu semua jika Anda tahu bagaimana “memperalat” mereka untuk mencari pelanggan Anda entah di pasar Indonesia, pasar regional maupun pasar internasional.
  • Lihat bagaimana calon buyers Anda mudah mencari produk yang Anda jual?
  • Simak juga bagaimana Google dan/atau Yahoo dapat menjadi MESIN IKLAN yang terus mendatangkan konsumen dan UANG ke saku Anda!
  • Sayang sekali, walaupun semua produk dagangan Anda hebat dan sudah terpampang di situs web namun “terendam” jauh di dalam, dan tidak “nongol” di urutan 10 besar atau paling tidak di halaman ke-2 hasil pencarian.
CARANYA?
Buku yang berjudul "GOOGLE IS MY SALESMAN" akan menjawabnya untuk Anda, dan akan membuat Anda CEPAT PENSIUN, ya CEPAT BERHENTI bekerja untuk suatu perusahaan NAMUN CEPAT MENJADI pemilik bisnis yang :
  • bebas macet di jalan
  • bebas kerja di mana saja dan kapan saja
  • bebas finansial
Pastikan Anda memiliki buku ini sebelum kehabisan stok!

Komentar Pujian lain utk buku ini :

“... menggunakan Google dan Yahoo! untuk aktivitas sales dan pemasaran tidak saja menjanjikan efektivitas, tetapi sekaligus juga efisiensi.”
--- NINOK LEKSONO
Direktur & Pemimpin Redaksi Kompas Cyber Media

"Buku GOOGLE IS MY SALESMAN bukan saja memberikan trik dan solusi bagi para pebisnis dalam memanfaatkan mesin cari (search engine), melainkan karena Bob juga telah membuktikan sendiri manfaat dan keunggulannya dalam bisnis yang dilakukannya. Karenanya, layaklah buku ini menjadi perhatian bagi siapa saja yang akan mengambil manfaatkan dari mesin cari, baik bagi kepentingan pribadi maupun bisnis mereka."
Tharsikin Insa, Chief Editor Majalah EbizzAsia

Sebagai seorang pebisnis, selayaknya Anda sudah mulai melirik Google untuk fungsi yang bermanfaat bagi kegiatan bisnis Anda. Pasalnya, kini Google tidak hanya berfungsi sebagai mesin pencari. Lebih dari itu, Google mampu menciptakan keterkenalan atas produk dan jasa Anda dan membuat pasar yang Anda tuju -dalam lingkup global sekalipun- well informed. Oleh karena itu, pemanfaatan Google memungkinkan terjadinya pembesaran order atau pembelian. Lebih hebat lagi, fungsi ini bisa diperoleh tanpa biaya yang besar, bahkan tanpa biaya sama sekali dibandingkan dengan kalau Anda memasang iklan di media konvensional (cetak maupun elektronik) dan bahkan kalau memasang banner di Google itu sendiri. Oleh karena itu, menggunakan Google atau mesin pencari lainnya untuk aktivitas sales dan pemasaran tidak saja menjanjikan efektivitas, tetapi sekaligus juga efisiensi.

Google is My Salesman bukan saja memberikan trik dan solusi bagi para pebisnis dalam mengubah mesin pencari (search engine) menjadi mesin penjual penghasil uang (cash engine), melainkan juga membedah success story Bob Julius Onggo memanfaatkan keunggulam Google dalam bisnis yang dilakukannya. "Ini adalah pengalaman saya bertahun-tahun... Salesman terbaik saya, Google dan Yahoo!, mampu memberikan steady income secara terus menerus lewat incoming buyers... Berkat Google, Yahoo!, dan mesin pencari lainnya, saya dan semua karyawan saya bisa memiliki kehidupan yang lebih dari layak."

Sumber : http://bookoomoo.com/


Plus Minus Belanja Buku Online

Pengadaan buku dan bahan pustaka lainnya merupakan komponen penting dalam kegiatan literasi, pengelola perpustakaan atau taman bacaan masyarakat kerap dihadapkan pada permasalahan klasik pengadaan buku. Keterbatasan Dana untuk pengadaan bahan pustaka berbanding terbalik dengan tingginya tuntutan penambahan dan peningkatan bahan pustaka dengan beragam segmen dan kategori.

TBM Arjuna-pun tak lepas dari permasalahan ini, kami dituntut proaktif untuk mencari referensi yang memadai mengenai bahan pustaka seperti berbagai macam katalog dari sejumlah penerbit. Ada kalanya kami harus masuk ke situs-situs penjaja buku online untuk mendapatkan informasi mengenai jenis buku berikut kisaran harganya.

Belanja Buku online sekarang sangat dimungkinkan, beberapa yang sangat diminati adalah Gramedia Online, Kutu Buku, www.digibookgallery.com dll. Umumnya toko buku online menyediakan lebih banyak koleksi buku baik lokal maupun import, baik dalam bentuk cetak maupun dalam bentuk digital. Pembeli tinggal menentukan dan memesan buku melalui website penjual buku online, mudah bukan?, selain kemudahan akses yang ditawarkan ternyata sistem pembelian buku online menghadapi sejumah kendala yang umumnya dihadapi diantaranya keamanan proses pembayaran dan jaminan pengiriman. Namun secara obyektif kita tidak perlu merisaukan permasalahan ini karena jika kita membuka mata lebar-lebar ternyata banyak juga peminat buku yang lebih menyukai berbelanja buku secara online…Bagaimana dengan kita ?!?!

Komunitas Literasi dan Gerakan Indonesia Membaca

Sejalan dengan makin berkembangnya teknologi informasi, komunitas literasi seakan menemukan media yang subur untuk terus tumbuh dan berkembang. Para pegiat literasi (Pustakawan dan Pustakawati) bisa secara mudah terhubungkan dengan komunitas literasi melalui kemudahan akses media. TBM Arjuna membuka diri dan berupaya terus menjalin komunikasi dengan berbagai komunitas literasi dalam rangka saling bertukar ide kreatif, gagasan dan mencari problem solving atas permasalahan-permasalahan yang secara umum dialami oleh para pegiat literasi.

Berikut ini adalah beberapa komunitas literasi yang bisa kita ikuti :

Komunitas 1001 Buku :

http://groups.yahoo.com/group/1001buku/

Rumah Dunia :

http://rumahdunia.net/

Keberadaan komunitas literasi ini menjadi inspirasi bagi setiap pegiat literasi untuk berkreasi tanpa henti...Mari Dukung dan Sukseskan Gerakan Indonesia Membaca!

Resensi : LASKAR PELANGI (Novel Best Seller Karya Andrea Hirata)


Ini adalah kisah heroik kenangan 11 anak Belitong yang tergabung dalam ”Laskar Pelangi”: Syahdan, Lintang, Kucai, Samson, A Kiong, Sahara, Trapani, Harun, Mahar, Flo dan sang penutur cerita – Ikal. Andrea Hirata, yang tak lain adalah Ikal, dengan cerdas mengajak pembaca mengikuti tamasya nostalgia masa kanak-kanak di pedalaman Belitong yang berada dalam kehidupan kontras: kaya dengan tambang timah, tapi rakyatnya tetap miskin dalam kesehariannya.

Ini adalah cerita tentang semangat juang menyala-nyala dari anak-anak kampung Belitong untuk mengubah nasib melalui sekolah, yang harus mereka dapat dengan terengah-engah. Sebagian besar orang tua mereka lebih suka melihat anak-anaknya bekerja membantu orang tua di ladang, atau bekerja menjadi buruh kasar di PN Timah, daripada sekolah yang tak jelas masa depannya.

Derita sekolah itu tergambar jelas ketika SD Muhammadiyah di kampung miskin itu terancam tutup kalau murid baru sekolah itu tidak mencapai 10 orang. kesebelas anak itulah yang telah menyelamatkan masa depan suar pendidikan yang hampir redup digilas ekonomi.

Kesebalas anak itu memiliki keunikan masing-masing. Diantara 11 anak Laskar Pelangi itu, Lintang dan Mahar adalah 2 diantara yang paling menonjol. Lintang jenius dalam bidang eksakta, Mahar ahli di bidang seni budaya. Mereka seolah mewakili otak kanan dan otak kiri manusia. Lintang memiliki semangat juang yang tiada tara dalam belajar. Dia rela menempuh perjalanan dengan kereta angin sejauh 80 km pergi pulang demi dapat memuaskan dahaga ilmu pegetahuan. Saking semangatnya hingga akan tercium karet terbakar dari sepatunya yang aus digerus pedal sepeda. Jika ada aral melintang di jalan dan terlambat sampai sekolah, tiada masalah baginya, asal dapat menyanyikan lagu ”Padamu Negeri” pada akhir jam pelajaran.

Novel Laskar Pelangi penuh dengan taburan wawasan yang luas bak samudra dari penulisnya yang paham betul tentang ilmu eksakta, seni budaya, dan humaniora. Kita akan dibuat tersenyum geli dari humor kecil yang dilontarkannya, terharu dan bahkan menangis ketika membaca kisah heroik kesebelas anak Laskar Pelangi.

Filicium adalah pohon yang menjadi saksi seluruh drama kehidupan Laskar Pelangi. Pohon itu menaungi sekolah mereka yang hampir roboh. Pohon itu menjadi markas setiap pertemuan mereka: membicarakan soal-soal di sekolah, merancang karya untuk festival 17 Agustus, atau tempat Lintang memberi kuliah tentang ilmu fisika. Pohon itu pulalah yang menjadi saksi kerinduan Ikal pada gadis manis keturunan cina, anak pemillik toko Sinar Harapan yang memiliki jari lentik dan kuku cantik.

Anak-anak Laskar Pelangi itu hidup dalam kebahagiaan masa kecil dan menyimpan mimpi masing-masing untuk hari esok. Tapi siapa yang sanggup melawan sang nasib? Dua belas tahun kemudian, Ikal menyaksikan perubahan nasib teman-temannya yang sungguh diluar dugaan. Sang nasib sungguh menjadi sebuah misteri yang maha gelap. Anak-anak Laskar Pelangi itu boleh punya cita-cita setinggi langit, tapi nasib jualah yang menentukan episode kehidupan mereka selanjutnya. Sang nasib bisa jadi adalah ketiadaan kepedulian pemerintah akan bibit-bibit unggul mutiara anak bangsa yang harus terhempas oleh himpitan ekonomi. Mereka adalah anak-anak harapan bangsa yang terpaksa harus tunduk oleh gilasan nasib yang semestinya bisa diupayakan oleh pemerintah yang punya amanah dan kuasa untuk memajukan pendidikan.

Lintang, sang jenius itu misalnya kini harus terpuruk jadi sopir tronton karena harus menjadi tulang punggung keluarga, menjadi pengganti ayahnya. Tapi Lintang punya jawaban, ” jangan sedih Ikal, paling tidak aku telah memenuhi harapan ayahku agar tidak jadi nelayan….” Bagi Ikal, kata-kata itu semakin menghancurkan hatinya, ia marah, kecewa pada kenyataan begitu banyak anak pintar yang harus berhenti sekolah karena alasan ekonomi. Ia mengutuki orang-orang bodoh sok pintar yang menyombongkan diri, dan anak-anak orang kaya yang menyia-nyiakan kesempatan pendidikan.

Kekuatan novel ini terletak pada sentilan humaniora tentang pentingnya pendidikan sekolah dan sekaligus kuatnya moral agama. Novel ini wajib baca bagi generasi muda yang terlena dengan gelimang kemudahan ekonomi dan tak lagi kenal jerih payah untuk menggapai masa depan. Novel ini juga wajib baca bagi para pendidik, bagi pemerintah yang selalu alpa pada pentingnya pendidikan. Buah dari kealpaan itu diantaranya adalah, kini kita menjadi bangsa yang sering menjadi bahan olok-olok oleh bangsa lain, karena kita rajin mencetak manusia yang tak punya kualitas.

Kelemahan novel ini, menurut saya, hanya terletak pada cara mengakhiri cerita. Semestinya, novel ini sudah ditutup pada bab 33: Anarkonisme, yang menceritakan kejatuhan Babel (Bangka Belitung) yang dulu bergelimbang Timah. Bab 34: Gotik, menurut saya menjadi ekor cerita yang membingungkan. Karena penutur ”Aku” secara tiba-tiba menjadi orang lain, dan bukan lagi Ikal. Bab 34 ini menjadi sebuah kemubaziran. Sama persis seperti seorang pelukis yang seharusnya berhenti menguaskan catnya pada bidang lukis yang sudah sempurna, tapi kemudian menjadi berantakan karena sebuah goresan yang tidak perlu.

Sumber : Resensi Novel Laskar Pelangi

Ikhtiar nyata TBM Arjuna untuk mendongkrak Minat Baca

Keberadaan Taman Bacaan Masyarakat Arjuna laksana oase ditengah dahaga masyarakat terhadap kebutuhan untuk terus menimba ilmu, pengetahuan dan keterampilan. Jumlah anggota awal TBM Arjuna yang berkartu anggota berkisar 300 orang yang terdiri atas pelajar, mahasiswa, ibu rumah tangga, PNS, swasta dan petani. Untuk terus menggali potensi dan mengembangkan minat baca maka TBM Arjuna juga meng-agendakan sejumlah kegiatan diantaranya yang terealisasi adalah Lomba Mewarnai, Lomba Menggambar, Lomba Melipat (Praktek Bahan Bacaan : Origami).

Beberapa kegiatan praktek untuk mengaplikasikan bahan bacaan juga beberapa kali dilaksanakan di TBM maupun di wilayah pendampingan YPKGM di Kawasan Lereng Semeru diantaranya Pasrujambe, Senduro dan Sumbermujur – Candipuro.

Pelajaran yang bisa dipetik dari pelaksanaan serangkaian kegiatan lomba dan praktek adalah besarnya antusiasme masyarakat yang bias menjadi penambah motivasi untuk menggelar / memfasilitasi kegiatan serupa dengan aneka topik yang bias membantu meningkatkan minat baca, keterampilan dan kecakapan hidup (life skill) yang dengan sendirinya menambah frekuensi kunjungan mereka ke TBM Arjuna.

Bagaimanakah menurut para pembaca sekalian ?!?!

TBM ARJUNA Lumajang, Pustaka Primadona di tengah Kota

Sekilas TBM ARJUNA

tbmarjuna_rakbuku1_web.jpg

TBM Arjuna merupakan Taman Bacaan Masyarakat yang berdiri sejak tanggal 10 Desember 2006, menginduk kepada Yayasan Pengembang Kreatifitas Generasi Muda (YPKGM Lumajang) , sebuah LSM yang bergerak di bidang Pertanian Berkelanjutan melalui program pemberdayaan masyarakat petani Lereng Semeru yang tersebar di 4 Kecamatan (Pasrujambe, Candipuro, Senduro dan Gucialit).

Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Arjuna terletak di Sekretariat YPKGM yang berada di tengah – tengah masyarakat perkotaan. Keberadaan TBM ini mendapat apresiasi positif dari masyarakat sebagai sarana untuk meningkatkan/ mengembangkan aktifitas masyarakat dalam membaca, diskusi, edukasi, mendapatkan informasi serta rekreasi intelektual bagi masyarakat umum.
Untuk masyarakat dampingan yang tergabung dalam JPLS (Jaringan Petani Lereng Semeru) TBM ARJUNA mengadakan TBM Keliling yang dilaksanakan secara berkala untuk menjembatani masyarakat petani dalam membuka cakrawala informasi.

tbmkeliling_web.jpg

PROGRAM UNGGULAN

JARINGAN PETANI LERNG SEMERU

Melayani :

  • Magang

  • Study Banding

  • Praktek Produk UKM

Produk Unggulan :

  • Kripik Pisang Agung, Kripik Jahe, Kopi Bubuk, Toga (Jahe, Kunir, Temulawak) Instan, Pupuk Organik Lengkap, Susu Kambing Instan, Geritan Jagung, Gula Merah dan Torako (tomat rasa korma)

  • Layanan produk dan informasi bisa menghubungi Telp. & Fax (0334) 893883,
    e-mail : ypkgmlumajang@gmail.com

Keanggotaan dan Kegiatan TBM ARJUNA

tbmarjuna_pendataananggota_web.jpgtbmarjuna1_web.jpg

Keanggotaan TBM terbuka untuk umum, kini Anggota TBM Arjuna meliputi Pelajar, pegawai swasta, pegawai negeri, petani , ibu RT, pedagang, pensiunan dan mahasiswa. Sebagian besar anggota maupun pengunjung adalah pelajar sehingga kebanyakan buku – buku yang keluar adalah buku non fiksi, agama dan ketrampilan. Hal ini bisa dipahami karena masyarakat senantiasa memerlukan hiburan, keseimbangan mental dan ketrampilan praktis (buku ilmu terapan)

Salah satu pencapaian positif Taman Bacaan Masyrakat ARJUNA Pada Tahun 2007 ini adalah menjadi salah satu TBM yang terpilih memperoleh Bantuan Dana Block Grant Pengembangan Minat Baca Masyarakat. Dana bantuan yang diterima dialokasikan dan direalisasikan untuk meningkatkan koleksi bahan bacaan, sarana prasarana dan media motivasi kepada calon anggota sehingga keanggotaan TBM meningkat secara kualitas dan kuantitas.
koleksi buku yang semakin bertambah serta peningkatan fasilitas yang disediakan oleh TBM memotivasi masyarakat untuk menjadi anggota maupun mengunjungi TBM.

Kegiatan TBM Arjuna

Ekstra mewarnai dan menggambar
Ekstra melipat kertas (origami)
Praktek buku bacaan (keterampilan)

Jenis Buku yang tersedia

Agama
Keterampilan
Pertanian
Peternakan
Pengobatan alternatif
Fiksi
Majalah
Marketing

Faktor Pendukung

  • TBM Arjuna terletak di tengah-tengah masyarakat dan sekolah

  • Tersedianya koleksi buku-buku yang beragam

  • Adanya kemudahan untuk menjadi anggota maupun meminjam

  • Adanya sarana dan prasarana yang memadai

  • Adanya berbagai kegiatan yang memotivasi masyarakat untuk gemar membaca

Faktor Penghambat

Karena sekretariat TBM Arjuna berada dipusat kota dengan pendidikan masyarakat yang relatif maju maka koleksi bahan bacaan yang dimiliki terasa masih kurang baik jumlah maupun jenisnya.

Mitra dan Jaringan TBM Kurnia

  • TBM Arjuna merupakan Binaan Bidang Pendidikan Luar Sekolah Dinas Pendidikan Lumajang.

  • TBM Arjuna terlibat secara aktif sebagai anggota Paguyuban TBM Lumajang

  • TBM Arjuna secara intensif menjajaki kerjasama dengan berbagai pihak dalam rangka meningkatkan kinerja, pelayanan serta kualitas dan kuantitas bahan bacaan.

Harapan – Harapan

rekreasipustaka_web.jpg

Diluncurkannya web-blog sederhana ini dimaksudkan untuk membuka diri ke dunia luar secara luas tak terbatas sehingga secara tidak langsung diharapkan mampu membuka ruang partisipasi yang lebih terbuka bagi berbagai pihak dan juga masyarakat yang ingin terlibat dalam pengembangan TBM ARJUNA secara berkelanjutan.

Kritik dan saran bisa dialamatkan ke e-mail : tbmarjuna@gmail.com
contact person : Sri Endang Noer Handayani (Nanik)