Tampilkan postingan dengan label Rumah Kreatif YPKGM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rumah Kreatif YPKGM. Tampilkan semua postingan

Melihat Kiprah YPKGM, Wakil Lumajang dalam Poverty Award 2009 (Reportase Radar Jember)


Mengatasi kemiskinan bukan menjadi tanggung jawab pemerintah. Peran lembaga non government punya andil besar dalam upaya pengentasan kemiskinan tersebut. Seperti yang dilakukan Yayasan Pengembangan Kreativitas Generasi Muda (YPKGM). Lembaga tersebut dipercaya mewakili Lumajang dalam ajang Poverty Award 2009. Kondisi rumah yang berada di Jalan Arjuna Nomor 35F itu tidak terlalu besar. Di halaman rumah bercat putih tersebut, ada padepokan kecil yang dibangun dari penyangga kayu dan asbes pengganti ilalang sebagai atapnya. Terlihat sejuk dan asri.

Sekitar rumah banyak ditumbuhi berbagai macam bunga. Di rumah itulah, para aktivis YPGM mengolah dan mengembangkan kreativitasnya. Para aktivis YPGM menyebut rumah tersebut sebagai rumah kreatif.
Maklum, selain menelurkan ide-ide segar untuk memberikan pendampingan terhadap program pengentasan kemiskinan, di rumah tersebut juga tersedia perpustakaan dan fasilitas internet yang kesemuanya gratis.
Rak-rak buku mengitari sisi bagian selatan dan sisi barat di ruangan depan rumah kreatif tersebut. "Koleksi perpustakaan memang lebih banyak menyediakan buku-buku tentang pertanian," ujar Hendro Iswahyudi, ketua YPKGM. Namun, bukan berarti buku bacaan umum dan anak-anak tidak tersedia. Untuk menunjang kegiatan, dua unit komputer dengan akses internet juga tersedia.

Di rumah tersebut ada ruangan untuk tempat produksi produk-produk pertanian, seperti kopi organik semeru dan keripik jahe watu kloset. Dua produk tersebut salah satu produk yang dimunculkan oleh YPGM dan telah dipasarkan hingga luar kota seperti Jogjakarta dan Bali.
Hendro Iswahyudi mengatakan, YPKGM sudah memulai kiprahnya sejak dua dekade lalu. Dari awal, YPKGM berkiprah dalam pemberdayaan masyarakat petani di kawasan lereng Semeru melalui Program Pertanian Berkelanjutan (PB).

Awalnya, kata Hendro, YPKGM fokus dalam mengelola dan mengembangkan komoditas kopi dan pisang dalam mendukung kemandirian wirausaha tani. Kelompoknya memfasilitasi Paguyuban Petani Pusung Kejen (P3K) dalam program sertifikasi kopi organik bekerja sama dengan LeSOS-Bio Inspecta hingga meraih sertifikat. "Kami bersyukur dua hal tersebut terpenuhi," ujarnya bangga.
Selanjutnya, YPKGM tidak pernah berhenti melangkah untuk mendampingi petani agar bisa mandiri dan sejahtera secara bersama-sama. Hingga sekarang, YPKGM mempunyai 50 kelompok tani binaan. "Hanya, yang aktif 36 kelompok," jelasnya.

Dia mengakui, kelompok-kelompok tani yang mendapatkan pendampingan dari YPKGM terbanyak adalah para petani di lereng Semeru. Pihaknya, kata Hendro, tidak hanya melakukan pendampingan yang sifatnya pasif, namun memberikan pelatihan pra dan pasca produksi, hingga membuka pasar produk-produk pertanian petani binaannya..
Dari kelompok-kelompok tersebut, mereka terus berusaha untuk mengubah perilaku para petani dari buruh tani menjadi seorang entrepreneurship alias wirausaha. Alasannya, jika petani hanya menjadi buruh tani, kesejahteraan mereka akan sulit tercapai.

Untuk mengubah perilaku tersebut, lanjut Hendro, dibutuhkan waktu lama dan pendampingan secara terus-menerus. "Masyarakat petani akan sulit mengubah perilakunya jika kita tidak memberikan contoh terlebih dahulu. Baru setelah kita memberikan bukti, mereka mau ikut," paparnya.
Konsistensi, dari kaca mata Hendro, menjadi kunci eksistensi aktivitas YPKGM. Hingga akhirnya, kelompoknya mendapatkan pengakuan dari kelompok-kelompok tani lainnya. Bahkan, kemarin, empat kelompok tani dari Kabupaten Flores dan Kabupaten Timur Tengah Utara Provinsi Nusa Tenggara Timur belajar ke rumah kreatif YPKGM.


Mereka belajar tentang teknik processing, packing dan pemasaran produk pertanian. Maria Beribe, salah satu kelompok petani yang bertandang ke YPKGM mengatakan, pihaknya sangat tertarik belajar ke YPKGM karena mereka mampu mengemas produk pertanian dengan baik.
"Mereka mendorong petani untuk mandiri. Kebetulan, kami baru bareng-bareng menggelar produk kami di Bondowoso (10-12 Agustus 2009)," ujarnya. Sepulang dari Bondowoso tersebut, sekitar 20 orang dari empat kelompok tani dari NTT mampir dulu di YPKGM.

Tak hanya menjadi tempat belajar bagi kelompok tani luar daerah, YPGKM juga menjadi satu-satunya lembaga non government yang dipercaya pemerintah untuk mewakili Lumajang dalam ajang Poverty Award 2009 yang diselenggarakan Pemprov Jatim. Ajang penghargaan bagi lembaga pengentasan kemiskinan, menurut rencana, akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini (*)

Rumah Kreatif & TBM Arjuna Mendukung Pengembangan Pusat Pelatihan Pasca Panen Berbasis Ekowisata

Kecil itu indah. Small is beautifull. Sukses tidak selalu berpenampilan besar dan hebat, tetapi bisa juga diawali oleh hal-hal yang kecil dan sepele. Paradigma demikian menjadi motivasi bagi penggiat dan pekerja sosial yang senantiasa berkutat untuk mengemban misi mencerdaskan dan meningkatkan kualitas manusia. Tema-tema seperti pengangguran, keterpurukan, kegagalan bekerja dan semacamnya itu menjadi input bagi sekelompok pekerja sosial yang bermarkas persis di belakang Kantor Kejaksaan Lumajang itu.

Sebuah rumah yang cukup mewakili keberadaan misi sosial tersebut menjadi pintu masuk bagi segala kesuntukan kehidupan. Rumah yang digagas sebagai ‘kawah candradimuka’ ini menawarkan solusi sederhana tetapi tepat yang dikemas dalam perpaduan pusat informasi & pelatihan dan rekreasi wisata. Rumah ini memang terbuka untuk umum, khususnya bagi mereka yang ingin memperluas cakrawala berpikirnya dan ingin mengembangkan bisnisnya untuk menjadi manusia yang mandiri dengan berbagai ketrampilan yang dimilikinya.

Pengunjung bukan hanya disuguhi dengan secangkir kopi robusta produk lokal yang alami tetapi bisa praktik langsung untuk belajar bagaimana meracik kopi dan lebih penting lagi adalah belajar memproduksi kopi kemasan sampai siap jual di pasaran. Kopi hanya salah satu komoditas itu, disamping prosesing sejumlah tumbuhan toga yang bermanfaat bagi kesehatan. Pengunjung akan dibimbing oleh beberapa orang tutor yang berpengalaman di bidangnya.

Inilah pabrik mini yang memadukan konsep wisata dan bisnis, di dalamnya pengunjung akan memperoleh sejumlah keuntungan dan informasi berharga. Disamping pelatihan-pelatihan, pabrik mini juga dilengkapi dengan akses internet seluas-luasnya dan Taman Bacaan Masyarakat (TBM Arjuna) yang dilengkapi dengan ratusan judul buku untuk semua kalangan masyarakat.

Rumah ini juga menjadi tempat transit yang nyaman bagi pengunjung sebelum melanjutkan rute wisatanya ke tempat-tempat yang lebih eksotik dan romantis seperti ke Watu Klosot

Watu Klosot merupakan kawasan wisata yang memiliki mata air yang oleh umat tertentu dianggap suci. Mata air itu keluar dari celah bebatuan yang dialirkan melalui sebatang bambu dan memancar jatuh ke bawah, ke balik semak-semak belukar. Air ini suci dalam arti bisa diminum secara langsung baik dengan menampungnya melalui cangkir maupun dengan menengadahkan mulut dan meminumya dari saluran bambu. Keunikan tempat ini salah satunya adalah deretan batu-batu besar yang merupakan sisa-sisa banjir Gunung Semeru. Batu-batu itu membujur dengan indahnya membentuk berbagai tiruan benda-benda yang kita kenal sehari-hari. Ada salah satu batu yang saking besarnya dan bentuknya menyerupai perahu sehingga dinamakan batu perahu. Dan di antara deretan batu-batu itu terdapat sejalur jalan berkelok-kelok menciptakan pemandangan tersendiri.

Berdiri di atas batu besar kemudian pandangan di arahkan nun jauh ke sana, ke Gunung Semeru yang menjulang tinggi dihempas angin pegunungan yang sejuk dan menggigit tulang akan menjadi pengalaman yang tak akan terlupakan sepanjang hidup. Ada salah satu batu yang persis terletak dengan gagahnya di atas tebing. Ini menjadi sudut yang sangat dinikmati pengunjung, sudut ini biasa disebut sebagai relung meditasi. Orang-orang yang berkunjung ke sana biasanya menyempatkan diri untuk merenung sejenak, mencari kedamaian hati dengan duduk sambil mendekapkan tangan di depan dada.

Di bawah sana merupakan kawasan cagar alam yang luas membentang. Jika sedang beruntung kita akan melihat elang Jawa, burung yang sangat langka bersiul-siul di angkasa. Elang itu kadang mendekat dan hinggap di ranting-ranting pohon. Keberadaan burung yang dilindungi ini sudah semakin menyusut, sehingga perlu ada upaya intensif untuk melestarikannya. Lebih langka lagi adalah keberadaan harimau Jawa yang diduga masih ada sisa-sisanya dan berkeliaran di lereng-lereng Gunung Semeru. Penduduk setempat sering melihatnya melintasi jalan setapak sebelum menghilang ke dalam hutan.

Menarik Bukan, jadi tidaklah salah jika TBM Arjuna turut berpartisipasi dalam mensosialisasikan program ini...Bagaimana menurut anda ?!?!